Proyeksi morbiditas dan mortalitas diabetes di Indonesia hingga tahun 2045
Diabetes Mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia, namun penelitian mengenai proyeksi penyakit ini masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk membuat model proyeksi prevalensi dan mortalitas diabetes di Indonesia berdasarkan faktor risiko dan program PTM. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental melalui model regresi linier berganda dan dinamika sistem. Proyeksi dasar dibuat berdasarkan data tahun 2018, sedangkan proyeksi hingga tahun 2045 melibatkan dinamika faktor risiko, program, populasi, dan tingkat kematian kasus.
Junling Weng menyatakan bahwa dengan peningkatan beban penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) di Tiongkok menuntut adanya pilihan terapi intensifikasi yang lebih superior setelah kegagalan kontrol dengan insulin basal. Kondisi terapi kombinasi dengan dosis tetap antara insulin degludec dan liraglutide (IDegLira) hadir sebagai salah satu alternatif baru yang menjanjikan perbaikan kontrol glikemik. Namun demikian, nilai ekonomis yang diperoleh masih memerlukan pembuktian ilmiah lebih lanjut jika dibandingkan dengan regimen intensifikasi lain, seperti terapi basal-bolus atau kombinasi terpisah insulin basal dengan agonis GLP-1 dalam konteks sistem kesehatan Tiongkok.
PKMK-Nusa Dua Sesi ini menghadirkan beberapa penelitian terkait biaya yang terkait untuk penyakit-penyakit tidak menular. Tim peneliti dari CHEPS UI yang dipimpin oleh Prof Budi Hidayat mempresentasikan hasil analisis data JKN antara 2016 hingga 2019. Biaya berasal dari data JKN 2019, disesuaikan dengan inflasi terhadap angka 2024, dan dikonversi ke USD untuk kejelasan.
