Salam jumpa Bapak/Ibu pemerhati Diabetes di Indonesia. Edisi Minggu ini Selasa, 9 Juni 2026 kami sajikan beberapa Artikel / Jurnal / Berita dan Agenda sebagai berikut:
Beban Penyakit Diabetes Tipe 2 di Kalangan Dewasa Muda di Asia
Asia mengalami peningkatan kasus diabetes mellitus tipe 2 (DM Tipe 2) yang paling signifikan dan pesat di dunia. Studi sebelumnya menunjukkan tren terjadinya T2DM pada usia yang lebih muda di wilayah ini. Namun, beban T2DM di kalangan dewasa muda di Asia masih belum jelas.
Pencegahan dan Pengobatan Diabetes
Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap kedokteran presisi semakin meningkat, termasuk dalam bidang diabetologi. Namun, banyak penelitian di bidang ini memiliki dua keterbatasan. Pertama, sebagian besar penelitian tentang pencegahan dan pengobatan diabetes berasal dari negara-negara berpenghasilan tinggi (HIC), padahal beban diabetes paling tinggi dan meningkat paling pesat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMIC).
Proyeksi Morbiditas dan Mortalitas Diabetes hingga Tahun 2045 di Indonesia
Diabetes Mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia, namun penelitian mengenai proyeksi penyakit ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model proyeksi prevalensi dan mortalitas diabetes di Indonesia berdasarkan faktor risiko serta program penyakit tidak menular. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental yang menggunakan model regresi linier berganda dan dinamika sistem.
Intervensi di Dunia Nyata untuk Pencegahan Diabetes Tipe 2 (REALITY)
Program Pencegahan Diabetes Nasional dirancang berdasarkan bukti dari uji klinis bersejarah. Formatnya telah dimodifikasi untuk memudahkan implementasi di dunia nyata. Efektivitas jangka panjang dan efisiensi biaya Program Pencegahan Diabetes Nasional serta program perubahan gaya hidup serupa dalam konteks dunia nyata masih belum banyak diketahui.
Diabetes dan Komplikasinya: Mekanisme Molekuler, Pencegahan, dan Pengobatan
Komplikasi diabetes merupakan tantangan klinis yang serius, yang ditandai oleh disfungsi multi organ akibat hiperglikemia serta gangguan pada jaringan sinyal antar sel. Kemajuan dalam teknik multi–omik spasial dan transkriptomik sel tunggal, bersama dengan wawasan mengenai sinyal abnormal melalui miokin, sitokin, hormon, mikrobiota usus, dan exosome, telah mengungkap heterogenitas molekuler serta interaksi dinamis antara organ yang mendasari diabetes.
Pencegahan Diabetes Tipe 2 pada Orang Dewasa
Diabetes tipe 2 adalah kondisi progresif yang dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ, kecacatan, dan kematian dini. Prediabetes, suatu kondisi berisiko tinggi yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang meningkat namun masih di bawah ambang batas diagnostik diabetes tipe 2, saat ini diderita oleh 98 juta orang dewasa di Amerika Serikat. Intervensi tingkat individu, termasuk program gaya hidup intensif dan obat-obatan tertentu, telah terbukti efektif dalam menunda atau mencegah perkembangan dari prediabetes menjadi diabetes tipe 2.
Advokasi Diabetes di Kawasan Asia-Pasifik
Hidup dengan diabetes merupakan tantangan tersendiri. Sejak didiagnosa, seseorang harus menghadapi pengelolaan kadar glukosa darah seumur hidup serta faktor-faktor lainnya. Kesalahpahaman tentang diabetes masih terus berlanjut. Penderita diabetes (PWD) terkadang dipandang secara keliru sebagai orang yang menyebabkan diabetes pada diri mereka sendiri, tidak mampu mengelola kondisi mereka sendiri, tidak mampu mempertahankan gaya hidup sehat, atau tidak memiliki kebiasaan makan yang tepat, di antara atribut negatif lainnya.
Penyebab Sekunder Diabetes: Persimpangan antara Endokrinologi dan Onkologi
Kanker dan diabetes memiliki hubungan timbal balik, dengan kanker yang semakin diakui sebagai faktor risiko diabetes, baik akibat penyakit itu sendiri maupun pengobatannya. Dalam ulasan ini, penelitian ini bertujuan untuk: (1) merangkum mekanisme yang berbeda dari disglikemia yang timbul akibat kanker dan pengobatan tumor neuroendokrin, termasuk terapi dengan target seperti penghambat PI3K–AKT–mTOR, konjugat antibodi-obat, penghambat titik pemeriksaan imun, kortikosteroid, dan ligan reseptor somatostatin;















