Salam jumpa Bapak/Ibu pemerhati Diabetes di Indonesia. Edisi Minggu ini Selasa, 21 Juli 2026 kami sajikan beberapa Artikel / Jurnal / Berita dan Agenda sebagai berikut:
Pelajaran dari Studi Kohort Diabetes di Asia Selatan
Penelitian berbasis populasi di kota-kota megapolitan India mengungkap wawasan mengenai diabetes dan penyakit kronis lainnya di kalangan penduduk asli Asia Selatan. Mengingat beban diabetes yang sangat besar di Asia Selatan, CARRS telah menyediakan data longitudinal yang sangat dibutuhkan dari dalam kawasan itu sendiri. Melalui pengukuran kasus baru diabetes yang dikonfirmasi secara laboratorium pada sampel yang representatif, kohort ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah penduduk yang tinggal di kota-kota besar India diperkirakan akan menderita diabetes sepanjang hidup mereka, dan bahwa 80% penderita diabetes menunjukkan fenotipe defisiensi insulin dengan perkembangan penyakit yang cepat.
Modifikasi Gaya Hidup yang Praktis Secara Klinis dan Terjangkau untuk Mencegah Diabetes Mellitus dalam Praktik Nyata
Seiring dengan terus meningkatnya prevalensi diabetes mellitus tipe 2, pengembangan strategi pencegahan yang efektif dan berkelanjutan telah menjadi prioritas utama di bidang kesehatan masyarakat. Bukti dari uji klinis terkontrol acak berskala besar telah menunjukkan bahwa program modifikasi gaya hidup (LSM) dapat secara signifikan mengurangi risiko diabetes pada individu berisiko tinggi.
Kualitas Hidup terkait Kesehatan pada Orang Dewasa di Asia Selatan yang Menderita Diabetes Tipe 2
Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini merangkum bukti mengenai kualitas hidup terkait kesehatan (HRQoL), yang diukur menggunakan instrumen EuroQol EQ-5D, pada individu dengan diabetes mellitus tipe 2 (T2DM) dan komplikasinya di negara-negara Asia Selatan. Kami melakukan pencarian sistematis di PubMed-Medline, Scopus, Embase, Cochrane Controlled Register of Trials (CENTRAL), dan Google Scholar untuk studi yang melaporkan skor utilitas EQ-5D dan skor VAS pada individu dengan diabetes mellitus tipe 2 (T2DM) di negara-negara Asia Selatan.
Pencegahan Diabetes Tipe 2
Meskipun telah diperkenalkan strategi pencegahan diabetes berbasis perawatan primer, yang mencakup identifikasi orang dengan prediabetes dan mendorong perubahan perilaku, angka kejadian diabetes tipe 2 terus meningkat, menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana diagnosis prediabetes memengaruhi praktik kesehatan seseorang. Sebuah studi kualitatif mendalam yang melibatkan 25 orang dengan prediabetes, yang direkrut melalui praktik dokter umum.
Kemajuan Terkini dan Tantangan yang Masih Dihadapi dalam Pencegahan dan Pengendalian Diabetes di Tiongkok
Diabetes, khususnya diabetes tipe 2, menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan secara global, dengan dampak yang sangat terasa di Tiongkok. Prevalensi diabetes di Tiongkok telah melonjak dari 2,5% pada tahun 1994 menjadi 13,0% pada tahun 2021, dengan proyeksi yang menunjukkan tren kenaikan yang terus berlanjut. Tinjauan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai beban diabetes di Tiongkok dan menekankan kebutuhan mendesak akan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian yang efektif.
Sirkulasi Metabolit, Faktor Genetik, dan Gaya Hidup dalam Kaitannya dengan Risiko Diabetes Tipe 2 di Masa Depan
Metabolomik manusia mencerminkan kondisi metabolik yang kompleks yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Namun, metabolit yang terkait dengan risiko diabetes tipe 2 (T2D) serta faktor penentunya masih belum teridentifikasi secara memadai. Dalam penelitian ini, tim mengintegrasikan data metabolomik darah, genomik, dan gaya hidup dari sebanyak 23.634 peserta yang awalnya bebas T2D dari sepuluh kohort.
Beban Penyakit Diabetes Tipe 2 di Kalangan Dewasa Muda di Asia
Asia mengalami peningkatan kasus diabetes mellitus tipe 2 (DM Tipe 2) yang paling signifikan dan pesat di dunia. Studi sebelumnya menunjukkan tren terjadinya T2DM pada usia yang lebih muda di wilayah ini. Namun, beban T2DM di kalangan dewasa muda di Asia masih belum jelas.
Pencegahan dan Pengobatan Diabetes
Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap kedokteran presisi semakin meningkat, termasuk dalam bidang diabetologi. Namun, banyak penelitian di bidang ini memiliki dua keterbatasan. Pertama, sebagian besar penelitian tentang pencegahan dan pengobatan diabetes berasal dari negara-negara berpenghasilan tinggi (HIC), padahal beban diabetes paling tinggi dan meningkat paling pesat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMIC).















