Salam jumpa Bapak/Ibu pemerhati Diabetes di Indonesia. Edisi Minggu ini Selasa, 29 September 2026 kami sajikan beberapa Artikel / Jurnal / Berita dan Agenda sebagai berikut:
Pola Gaya Hidup pada Pasien Diabetes Tipe 2
Gaya hidup modern telah menyebabkan perilaku menetap, berkurangnya partisipasi dalam gerakan aktif dan aktivitas fisik selama waktu luang, pola makan yang tidak sehat, serta meningkatnya paparan terhadap stres. Penting untuk mengkaji interaksi antara beberapa faktor risiko gaya hidup, alih-alih hanya berfokus pada satu faktor saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola gaya hidup pada sekelompok pasien diabetes tipe 2 serta hubungan komponen-komponennya dengan parameter metabolik tertentu. Dengan menggunakan analisis komponen utama, kami mengidentifikasi tiga pola pola makan: pola makan bijak (lemak, minyak, sereal, kentang, sayuran, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah-buahan), pola makan Barat (daging dan produk daging, telur, serta minuman bersoda), dan pola makan tradisional (susu dan olahannya, sup, serta saus, dengan asupan gula/camilan yang rendah).
Gambaran Umum Stres Oksidatif dan Peradangan pada Diabetes
Prevalensi diabetes secara global telah meningkat secara signifikan, yang menyebabkan berbagai komplikasi dan berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Hiperglikemia, stres oksidatif (SO) yang dipicu oleh hiperglikemia, dan peradangan memiliki hubungan erat dengan perkembangan dan progresivitas diabetes mellitus tipe 2 (DM2) serta komplikasinya. Tinjauan ini mengkaji pengaruh DM2 terhadap kerusakan organ sasaran serta potensi pengobatan untuk meminimalkan kerusakan tersebut. Makalah ini mengkaji patofisiologi T2D, dengan fokus pada peradangan kronis tingkat rendah dan OS serta dampaknya terhadap resistensi insulin.
Memperluas Program Pencegahan Diabetes di Wilayah Perkotaan Kanada yang Beragam Secara Geografis dan Etnokultural
Diperkirakan 5,3 juta warga Kanada menderita diabetes tipe 2 (T2D), meskipun kondisi ini sebagian besar dapat dicegah. Program pencegahan diabetes (DPP) berbasis laboratorium memiliki efektivitas yang terbatas ketika diterapkan di lingkungan masyarakat karena kualitas pelaksanaannya yang rendah dan ketidakmampuan untuk menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Hingga saat ini, belum ada DPP berbasis komunitas yang diterapkan secara nasional di seluruh Kanada.
Pencegahan dan Pengendalian Diabetes yang Didorong oleh Teknologi Cerdas
Meningkatnya prevalensi diabetes, beserta komplikasi dan risiko kematian yang menyertainya, menimbulkan beban penyakit yang signifikan di seluruh dunia. Kondisi medis yang belum optimal dan manajemen mandiri yang buruk di kalangan pasien diabetes telah memperparah memburuknya kondisi diabetes secara global, terutama di negara-negara yang secara ekonomi kurang berkembang. Namun, situasi ini mungkin kini sedang mendekati titik balik.
Obesitas dan Diabetes Tipe 2
Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang serius dan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap timbulnya serta perkembangan diabetes tipe 2 (T2D). Sejak tahun 1990, angka obesitas pada orang dewasa telah meningkat lebih dari dua kali lipat, sedangkan obesitas pada anak-anak meningkat empat kali lipat. Pada tahun 2022, 1 dari 8 orang di seluruh dunia menderita obesitas. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko seumur hidup terkena T2D, dari 7% menjadi 70% pada pria dan 12% menjadi 74% pada wanita, seiring dengan meningkatnya indeks massa tubuh (IMT).
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat terhadap Pencegahan Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dengan prevalensi yang terus meningkat baik secara global maupun nasional. Pencegahan penyakit ini sangat bergantung pada tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan praktik dalam pencegahan diabetes mellitus. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional.
Menjembatani Kesenjangan Digital dalam Perawatan Diabetes Melalui Intervensi Pembinaan Kesehatan Berbasis Kecerdasan Buatan
Meskipun telah terjadi kemajuan dalam pembinaan kesehatan digital (DHC) untuk pengelolaan mandiri diabetes tipe 2, kesenjangan digital yang masih berlangsung membatasi akses di kalangan populasi yang kurang terlayani, sehingga memerlukan alternatif berbasis telepon dengan teknologi sederhana. Tantangan utama dalam pengelolaan T2DM sehari-hari meliputi pola makan, aktivitas fisik, tidak tersedianya obat, dan kurangnya cakupan asuransi untuk alat pemantau glukosa berkelanjutan.
Pencegahan Diabetes Tipe 2 Sepanjang Siklus Hidup
Upaya pencegahan diabetes tipe 2 (T2D) selama ini sebagian besar berfokus pada intervensi ketika disglikemia sudah terjadi. Kami mengusulkan agar pencegahan T2D diubah fokusnya ke arah remisi prediabetes, dengan pemeliharaan dan pemulihan normoglikemia sebagai tujuan klinis yang optimal. Transisi dari normoglikemia melalui peningkatan disglikemia hingga T2D bersifat progresif dan secara kumulatif dipengaruhi oleh paparan biologis, perilaku, dan lingkungan sepanjang siklus hidup. Remisi pra diabetes (hiperglikemia intermediet) merupakan target pencegahan yang dapat dicapai, pragmatis, dan terukur.















