FDA Menyetujui Tirzepatide: Sebuah Obat Baru yang Berpotensi untuk Diabetes Tipe 2
Pedoman American Diabetes Association 2022 menyebutkan bahwa lini pertama terapi biasanya adalah metformin, golongan biguanide, dan perubahan gaya hidup sehat.
Pedoman American Diabetes Association 2022 menyebutkan bahwa lini pertama terapi biasanya adalah metformin, golongan biguanide, dan perubahan gaya hidup sehat.
Sumber : International Diabetes Federation, 2021
Menurut data International Diabetes Federation (IDF), biaya penanganan diabetes di Indonesia meningkat hingga 33% pada 2045. Tercatat, biaya pengobatan penyakit gula sebesar US$ 323,8 per orang pada 2021. Biaya ini meningkat 305% dari US$ 80 per orang dibandingkan 10 tahun lalu. Pada 2030, IDF memperkirakan biaya penanganan diabetes ini dapat meningkat 14% menjadi US$ 370,6. Kemudian, pada 2045 peningkatan biaya penanganan diabetes dapat mencapai US$ 431,7 per orang. Biaya ini lebih tinggi 33% dibandingkan dengan 2021 dan 16,5% jika dibandingkan dengan perkiraan 2030. IDF menghitung pengeluaran biaya kesehatan untuk diabetes mencapai total US$ 966 miliar tahun ini. Nilai ini dapat meningkat 9% menjadi US$ 1,05 triliun pada 2045.
Estimasi prevalensi diabetes melitus di wanita usia produktif adalah 3,1-6,8% sedangkan diabetes pregestasional mengenai sekitar 1-2% dari semua wanita hamil. Diagnosis dilakukan ketika trimester pertama atau awal trimester kedua, HbA1C >6,5% atau gula darah puasa >126 mg/dl atau gula darah 2 jam post prandial >200 mg/dl dengan 75g tes toleransi glukosa. Berdasarkan perbedaan ras, tampak prevalensi lebih tinggi pada ras kulit hitam, perempuan penduduk asli Amerika dan Hispanic, sedangkan wanita kulit putih non Hispanik lebih sering terkena DM tipe 1.
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang menyebabkan ancaman kesehatan signifikan dan penyebab kematian utama di dunia. Sementara, Diabetes Melitus (DM) memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi. Studi sebelumnya telah melaporkan bahwa komorbid dapat mempengaruhi satu sama lain dan meningkatkan kelainan sistem imun. Sebuah evaluasi sistematik dan komprehensif tentang status imun pada pasien dengan TB dan DM (TB-DM) dapat membantu untuk intervensi klinis secara dini dan untuk membantu penyembuhan pasien dengan TB – DM.
Menurut hasil studi, prevalensi diabetes tipe 2 pada anak – anak, remaja, dan pemuda telah meningkat 4,43 kali lipat selama 15 tahun terakhir. Peningkatan prevalensi khususnya terjadi pada rentang usia 15 – 19 dan 20 – 24 tahun. Para ahli menyatakan, peningkatan prevalensi ini tidak hanya terjadi di Korea tapi juga telah menjadi tren di seluruh dunia, dan menyarankan pemerintah untuk terus melakukan pemantauan dan studi serta membuat sistem dukungan sosial untuk mencegahnya. Profesor Chung So-Jung dari Departemen Anak dan Remaja di Konkuk University College of Medicine dan tim risetnya menganalisis perubahan prevalensi DMT2 pada populasi berusia 30 atau kurang menggunakan data klaim asuransi kesehatan diantara 2002 dan 2016. Sebagai hasil, prevalensi DMT2 per 10.000 anak – anak, remaja, dan dewasa muda melonjak dari 2.27 di 2002 menjadi 10.08 di 2016, peningkatannya sebesar 4.43 kali.
Meskipun telah banyak bukti yang menyatakan puasa intermiten saat Ramadhan dapat membantu menurunkan berat badan dan mengurangi faktor risiko penyakit kardiometabolik, tidak ada bukti kuat tentang manfaat ini pada pasien diabetes. American Diabetes Association/ European Association for the Study of Diabetes, membuat konsensus rekomendasi yang mengangkat topik pentingnya faktor pasien dan komorbid ketika memilih pengobatan diabetes termasuk ada tidaknya komorbid, penyakit kardiovaskular, gagal jantung, penyakit gagal ginjal, risiko hipoglikemia, faktor berat badan dan harga.
Diabetes melitus tipe 1 dipercaya sebagai akibat dari rusaknya sel beta pankreas yang menghasilkan insulin oleh mekanisme autoimun. Pandangan klasik mengemukakan bahwa sel T autoreaktif salah menghancurkan sel beta yang sehat.
Studi ini mengusulkan pandangan alternatif dimana sel beta justru sebagai kunci utama penyebab penyakit. Sejak awal fungsinya, sel beta berperan dalam biosintesis stres dengan kemampuan yang rendah dalam pertahanan diri.
Sel beta yang mengalami stres memicu serangan sistem imun yang menyebabkan efek negatif terhadap hormon vital. Patogenesis dan teori alternatif etiologi diabetes melitus tipe 1.
Selengkapnya
Diabetes, khususnya diabetes tipe 1, pada usia yang lebih muda dapat menjadi penyebab kematian yang dapat dicegah dengan perawatan dan pelayanan kesehatan yang benar. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi kematian dan tren diabetes pada usia di bawah 25 tahun secara global menggunakan data Global Burden of Diseases, Injuries, and Risk Factors Study (GBD) 2019. Pada 2019, 16 300 kematian global akibat diabetes (kombinasi tipe 1 dan 2) terjadi pada orang yang lebih muda dari 25 tahun dan 73,7% (68,3 hingga 77,4) diklasifikasikan sebagai akibat diabetes tipe 1.
Diabetes adalah penyakit kronis kompleks yang membutuhkan perawatan medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multifaktorial. Edukasi dan dukungan manajemen diri diabetes yang berkelanjutan sangat penting untuk mencegah komplikasi akut dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Ada bukti signifikan yang mendukung berbagai intervensi untuk meningkatkan luaran diabetes.
American Diabetes Association (ADA) mengeluarkan “Standar Perawatan Medis pada Diabetes,” untuk memberikan informasi terkait penanganan diabetes, tujuan terapi secara umum, dan alat untuk mengevaluasi kualitas perawatan kepada dokter, peneliti, pembuat kebijakan, dan individu lain yang tertarik, tujuan pengobatan umum, dan alat untuk mengevaluasi kualitas perawatan. Rekomendasi dalam Standar Perawatan termasuk skrining, diagnostik, dan tindakan terapeutik yang diketahui atau diyakini mempengaruhi hasil kesehatan pasien dengan diabetes. Panduan ini diterbitkan di jurnal Diabetes Care pada Januari 2022.