Menjembatani Kesenjangan Digital dalam Perawatan Diabetes Melalui Intervensi Pembinaan Kesehatan Berbasis Kecerdasan Buatan
Meskipun telah terjadi kemajuan dalam pembinaan kesehatan digital (DHC) untuk pengelolaan mandiri diabetes tipe 2, kesenjangan digital yang masih berlangsung membatasi akses di kalangan populasi yang kurang terlayani, sehingga memerlukan alternatif berbasis telepon dengan teknologi sederhana. Tantangan utama dalam pengelolaan T2DM sehari-hari meliputi pola makan, aktivitas fisik, tidak tersedianya obat, dan kurangnya cakupan asuransi untuk alat pemantau glukosa berkelanjutan.
Harapan terhadap intervensi DHC berbasis telepon yang potensial mencakup edukasi yang ditargetkan mengenai pola makan, olahraga, dan efek obat; persepsi terhadap pelatih kesehatan sebagai mitra yang mendukung akuntabilitas; pengingat melalui pesan teks/panggilan telepon yang dianggap bermanfaat; serta insentif moneter sebagai motivator ekstrinsik untuk kepatuhan terhadap intervensi.