Modifikasi Gaya Hidup yang Praktis dan Terjangkau untuk Mencegah Diabetes Mellitus dalam Praktik Klinis
Seiring dengan meningkatnya prevalensi diabetes mellitus tipe 2, pengembangan strategi pencegahan yang efektif dan berkelanjutan telah menjadi prioritas kesehatan masyarakat yang kritis. Bukti dari uji klinis terkontrol acak berskala besar menunjukkan bahwa program modifikasi gaya hidup (LSM) dapat secara signifikan mengurangi risiko diabetes pada individu berisiko tinggi. Namun, implementasi rutin dibatasi oleh intensitas tinggi, biaya, dan persyaratan sumber daya. Peneliti merangkum uji klinis pencegahan utama dan efektivitas, kelayakan, serta keterbatasannya.
Berlandaskan wawasan ini, peneliti memperkenalkan Studi Pencegahan Diabetes Korea (KDPS) sebagai model yang disesuaikan secara kontekstual untuk sistem kesehatan Korea. Program KDPS-LSM dirancang untuk menggabungkan relevansi budaya dan klinis dengan penerapan praktis, terdiri dari fase intensif selama 6 bulan yang mencakup pendidikan gizi dan gaya hidup terstruktur, diikuti fase pemeliharaan untuk mendukung kepatuhan jangka panjang. Untuk mempromosikan perubahan berkelanjutan, program ini mengintegrasikan pesan gaya hidup ‘10 kebiasaan’, yang didasarkan pada model transteoritik perubahan perilaku, yang dirancang untuk implementasi yang mudah dalam kehidupan sehari-hari.