Tidak Ada Solusi Tunggal: Diabetes di Asia Selatan
Hingga tahun 2025, diperkirakan 589 juta orang dewasa di seluruh dunia hidup dengan diabetes. Federasi Diabetes Internasional (IDF) melaporkan bahwa 107 juta orang dewasa di wilayah kami terkena diabetes. India sendiri menyumbang 89 juta kasus, menjadikannya negara dengan beban diabetes terbesar kedua di dunia. Selama tiga dekade terakhir, kawasan ini mengalami peningkatan tajam dalam prevalensi diabetes, disabilitas, dan angka kematian, dan proyeksi hingga 2050 menunjukkan bahwa tren kenaikan ini kemungkinan akan terus berlanjut. Di Asia Selatan, diperkirakan hampir setengah dari orang dewasa yang hidup dengan diabetes belum didiagnosis.
Di India, studi epidemiologi terbesar tentang diabetes menunjukkan bahwa kurang dari seperempat orang yang menjalani pengobatan rutin telah mencapai kontrol glikemik (didefinisikan dalam studi sebagai HbA1c <7%). Hal ini juga terjadi di negara-negara lain di kawasan ini, menyoroti kebutuhan yang belum terpenuhi. Mengakui kesenjangan signifikan ini—dengan menganalisis kemajuan terbaru dalam klasifikasi diabetes, keterbatasan pedoman pengobatan yang diimpor, dan pentingnya perawatan holistik yang relevan secara budaya—kami menekankan kebutuhan akan pendekatan yang disesuaikan untuk meningkatkan hasil bagi jutaan orang yang hidup dengan diabetes di wilayah kami.