Gambaran Umum Stres Oksidatif dan Peradangan pada Diabetes
Prevalensi diabetes secara global telah meningkat secara signifikan, yang menyebabkan berbagai komplikasi dan berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Hiperglikemia, stres oksidatif (SO) yang dipicu oleh hiperglikemia, dan peradangan memiliki hubungan erat dengan perkembangan dan progresivitas diabetes mellitus tipe 2 (DM2) serta komplikasinya. Tinjauan ini mengkaji pengaruh DM2 terhadap kerusakan organ sasaran serta potensi pengobatan untuk meminimalkan kerusakan tersebut. Makalah ini mengkaji patofisiologi T2D, dengan fokus pada peradangan kronis tingkat rendah dan OS serta dampaknya terhadap resistensi insulin.
Tinjauan ini membahas peran peradangan dan OS dalam perkembangan komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Temuan-temuan tersebut menyoroti mekanisme di mana sitokin inflamasi, kinase stres, dan spesies oksigen reaktif (ROS) mengganggu jalur pensinyalan insulin, yang menyebabkan gangguan metabolisme glukosa dan disfungsi organ. Intervensi gaya hidup, termasuk pola makan seimbang dan olahraga, dapat membantu mengurangi peradangan kronis dan OS, sehingga mencegah dan mengendalikan T2D serta komplikasi yang terkait. Selain itu, berbagai antioksidan dan agen antiinflamasi menunjukkan potensi dalam mengurangi OS dan peradangan. Beberapa obat antidiabetes, seperti pioglitazone, metformin, dan agonis peptida glukagon-seperti-1 (GLP-1), mungkin juga memiliki efek antiinflamasi. Penelitian lebih lanjut, termasuk uji klinis terkontrol acak, diperlukan untuk mengevaluasi.